Sunday, October 17, 2010

KREASI ALA SAFETY RIDING, ECOMOBILE SI MOTOR ANTI HUJAN

Eco Mobile... itulah nama makhluk ini, hehehe... Ya, Eco Mobile adalah motor beroda dua yang di ciptakan oleh salah satu ahli mesin berkebangsaan bule "lupa orang mana, xixixi :P" bernama Arnold Wagner.

Sepintas jika di lihat dalam foto, body si ECO (istilah utk motor ini) menyerupai bagian depan body pesawat terbang, bentuknya yang aero dinamic memungkinkan motor untuk menembus terpaan angin dengan mudah, sehingga pengendalian manuver ke kiri atau ke kanan lebih efektif dan safety.

Hampir 95% bagian dalam motor ini seperti jok, kemudi, dan pijakan kaki tertutup oleh body motor berlapis fiber... jadi, pengguna motor tidak perlu khawatir basah kuyup dengan terpaan air hujan atau cuaca kalau suatu saat mau nganter mamanya ke pasar atau jalan-jalan, hehehe...

Jangan khawatir untuk keluar dari si ECO, karena ECO dilengkap pintu menyerupai pintu kokpit pesawat tempur yang bisa di buka ke atas. Tapi... jangan harap klo mau buru-buru pulang ke rumah karena kebelet pipis bisa seenaknya langsung duduk, menstarter mesin dan tancap gas...
Karena layaknya pesawat tempur, untuk masuk ke dalam ECO kita harus menaiki setengahnya dari body ECO, ada proses dimana kita melangkah dan mengangkangi body motor - berdiri - tangan memegang beberapa bagian bodi - menggeserkan kaki pada saat di dalam - lalu duduk manis... fiuh... cape deh...

Body si cakep ECO ini terbuat dari bahan fiber ringan berkualitas tinggi, sehingga sedikitnya mampu meredam tekanan benda keras atau benturan, misalnya jatuh, tertimpa benda keras atau tabrakan langsung, jadi pengemudi motor sedikit terbantu dengan perlindungan lapisan fiber ini.

Pada saat diam, karena motor ini anti kebebasan untuk menginjakan kaki pengemudinya ke permukan jalan, canggihnya si ECO ini memiliki roda tambahan yang otomatis keluar apabila motor dalam keadan diam atau dalam kecepatan yang sangat rendah, sehingga jatuh dari ECO pada saat akan turun tidak akan terjadi, karena roda itu terletak di samping kiri dan kanan badan si ECO yang berfungsi untuk menopang beban ECO agar tidak terguling.

Saat berkendar dengan ECO, pengemudi bisa menyalakan pendingin agar tidak kepanasan ketika berada di dalam. ECO juga dilengkapi dengan sistem saluran udara yang baik sehingga jangan takut karena kehabisan oksigen hanya karena motor ini tertutup.

Wah... sungguh kreasi canggih yang tidak hanya memikirkan estetika bentuk saja, tapi juga sekaligu memperhatikan fungsi dan keselamatan pengendaranya.



Tapi... jika dipikirkan memang betul, membuat kreasi apa pun kita harus penuh dengan perhitungan efek yang akan terjadi di kemudian hari, tanggung jawab harus tetap diemban sebagai manusia yang beradab.

Termasuk memodifikasi, harus memberikan kenyamanan dan keselamatan, daripada memodifikasi aneh-aneh seperti: bunyi kenalpot di keraskan, atau mengganti lampu rem berwarna merah menjadi warna putih terang... itu suatu gaya yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga mengganggu dan membahayakan orang lain.

Bayangkan kalau ada emak-emak yang jantungan trus is death karen tiba2 mendengar suara motor berisik yang baru di starter? kan gaswat, udah jadi gunjingan, dosa dunia akhirat pula.

Buat yang punya motor bebek, skutik atau harley bisa tuh dilapisi fiber seperti ini... lumayan kalau nganter gadis kan jadinya ga keujanan, skaligus jadi hero di hujan deras... gak gak gak...

Tuesday, September 14, 2010

PENYAKIT HATI

Ini Realistis... tak bisa di bantah, dan tak bisa dipungkiri, Ya... bukan hanya saya Atau Anda satu-satunya yang mengalami serangan makhluk bernama "Perang Dingin, Perpecahan, Selisih pendapat, salah paham, pernah menyakiti, tidak tulus, dendam, kesalahan, bahkan berujung permusuhan...". semuanya terjadi pada tubuh yang namanya "keluarga". Saya sarankan mulai detik ini, siapa pun Anda... redamlah semua itu, lupakan lah, bahkan jika terlalu parah akibat serangan makhluk itu, jangan kau sekali-kali mengungkitnya di muka umum, bahkan dengan tujuan untuk dijadikan pelajaran, atau menyindir satu sama lain. Inti sari atau idealnya dari berkeluarga adalah berkeluarga, bukan bermusuhan di dalam keluarga, kan tidak lucu kalau kita liat foto keluarga tapi sebenarnya "hatinya nggak berkeluarga". Ini banyak terjadi di seluruh lapisan masyarakat dunia.

Perlahan... tapi pasti... ya... Begitu banyak yang tau persis perkara ini, tapi banyak juga yang tidak merelungi bahwa sekecil apap pun bentuk serangan makhluk itu, kian lama akan membesar penyakitnya, ya... penyakit hati... di mana obatnya tidak bisa kita beli di apotek atau rumah sakit mewah mana pun di dunia... tapi juga... bukan berarti tidak ada obatnya.



Penyakit hati bisa kita dapatkan obatnya dengan mudah, efeknya langsung total sembuh, tanpa proses, bahkan gratis, cuma- cuma, dan tanpa pajak. Anda mungkin bertanya-tanya di mana kita dapatkan obat dari penyakit hati itu? langsung jawab: obatnya ada di dalam hati kita sendiri, tidak perlu keliling semua rumah sakit di eropa, tidak perlu operasi dan mengeluarkan kocek besar, karena tempatnya sungguh dekat bahkan tidak berjarak. mudah kan? Tapi masalahnya... banyak yang menganggap ini tidak mudah, dengan alibi "kita adalah manusia, yang punya batas kesabaran".

Hakikat kesabaran adalah tanpa batas, hakikat memaafkan adalah seluas-luasnya... dan saya rasa hanya Tuhan atau nabi yang memiliki itu... tapi bukan berarti kita tidak bisa mencobanya, ya... kita bisa mencobanya... karena kita adalah makhluk yang mewarisi sifat ketuhanan, karena kita adalah umat para nabi...

Penulis adalah seseorang yang merasa dirinya pernah menjadi orang paling pendendam, paling tidak sabar, paling tidak tulus, paling bermusuhan... artikel ini dikeluarkan dari hati dan pikiran penulis, untuk mengobati penyakit hati yang diderita penulis sendiri... namun penulis berharap semoga memiliki guna bagi semua orang... karena peperangan sesungguhnya atau pun peperangan dalam hati tidak ada gunanya sama sekali... ya tidak ada gunanya...

Esensi Idul Fitri bukanlah berkumpul dan makan karena banyak makanan, tapi... Idul fitri adalah momen, wadah, sarana untuk membulatkan hati, merelung, mengheningkan cipta sejenak, dan melakukan serangan secara tiba-tiba untuk memusnahkan penyakit hati...

Selama masih bulan syawal, tendensi tradisi Idul fitri harus tetap dipertahankan, maksudnya untuk saling melupakan kesalahan, saling memaafkan secara total, bersih, kosong sama kosong, tanpa sisa kotoran hati sedikit pun...

Minal aidin wal Faidzin... Mohon maaf lahir dan batin yang setulus-tulusnya, sejujur-jujurnya, senangis-nangisnya deh... hehehe....

Friday, June 18, 2010

REKREASI ALAM DI KOTA

Biasanya manusia yang bermukim di kota akan menyempatkan waktu untuk berekreasi menuju pedesaan yang jaraknya jauh dari kota. Rekreasi menjadi kebutuhan penting bagi penduduk kota setelah setiap hari menyaksikan kemacetan jalan, berkas-berkas pekerjaan yang menumpuk di kantor, atau hingar bingar aktifitas kota lainnya.

Mereka melakukan rekreasi di lingkungan pedesaan karena pedesaan memiliki nilai sugesti yang sangat besar bagi kesehatan pikiran dan jiwa mereka. Lingkungan pedesaan yang sekelilingnya dipenuhi warna hijau tumbuhan cukup untuk menyegarkan mata mereka sejenak, mengheningkan telinga dan menenangkan pikiran. Bahkan ada yang berani membayar mahal untuk melakukan perjalanan rekreasi mereka.
Sebenarnya masyarakat kota memiliki alternatif yang lain untuk berekreasi alam. Mereka tidak perlu Membayar mahal, atau melakukan perjalanan yang cukup jauh sehingga harus cuti atau bahkan bolos dari aktifitas sehari-hari.

Tempat rekreasi bisa diciptakan sendiri, di daerah sendiri di kota, tidak perlu jauh-jauh, hanya saja untuk menciptakan tempat rekreasi alam di kota membutuhkan perjuangan yang sifatnya berkesinambungan, dilakukan secara massal, dan tidak perlu muluk-muluk, cukup melakukan hal yang kecil, mudah, tapi bermanfaat untuk lingkungan, juga untuk diri sendiri. Faktor penting untuk mewujudkan perjuangan itu adalah KESADARAN yang berawal dari DIRI SENDIRI, dalam hal ini adalah lingkungan sendiri, contoh: MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA.

Membuang Sampah pada tempatnya adalah hal yang kecil, mudah, tidak muluk. Tapi pada kenyataannya kita dihadapkan pada Kesadaran manusia. Untuk membuang sampah saat ini rasanya membutuhkan kesadaran yang super tinggi bagi manusia, kesadaran manusia akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya lebih kecil bandingannya dengan besarnya sampah yang menumpuk di lingkungan. Ada Apa sih dengan Manusia? begitu malasnya mereka membuang sampah pada tempatnya! padahal itu adalah pekerjaan yang tidak memerlukan rumus matematika.

Manusia yang membuang sampah sembarangan apalagi dia seorang yang berpendidikan, sungguh manusia yang pintar tapi sebenarnya bodoh. Mengapa Bodoh? mereka bodoh karena mengeluarkan terlalu banyak uang untuk berekreasi, mereka bodoh karena melakukan perjalanan rekreasi yang sangat jauh padahal bisa mereka lakukan di lingkungannya sendiri, mereka bodoh karena sudah jelas di setiap jalan kota ada tulisan "BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA" tapi mereka malah membuang sampah sembarangan. jangan jangan mereka buta huruf, tapi masa iya orang berpendidikan bisa buta huruf?

Sudah selayaknya kita tahu bahwa dengan membuang sampah pada tempatnya akan menglindungi manusia dari pemanasan global, dari got yang tersumbat sehingga menyebabkan banjir, dari kuman penyakit karena bau sampah yang berserakan, meMbusuk dimana-mana.
Mengapa harus ada hubungannya dengan isu global warming? karena tanaman tidak akan tumbuh jika suhu bumi kian memanas, karena manusia akan percuma menanam benih tanaman untuk menciptakan taman rekreasi yang hijau jika nantinya tanaman itu akan layu juga.

Rekreasi identik dengan udara segar, manusia yang bermukim di kota bisa berekreasi di kota dengan menghirup udara segar jika saja tidak ada sampah bau yang menumpuk di kota, kuncinya adalah membuang sampah pada tempatnya.
Pemandangan di kota akan hijau seperti di desa jika saja manusia membuang sampah pada tempatnya, indah, menyegarkan mata dan pikiran karena banyaknya tumbuhan yang kita tanam di kota.

Kesadaran mulai dari lingkungan sendiri adalah kunci untuk menciptakan tempat rekreasi alam yang hijau, karena sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil.
Saya memposting ini karena saya adalah masyarakat kota yang rindu pemandangan hijau, saya merasakan saat ini pemandangan hijau di kota hanya bisa disaksikan pada editan foto dengan photoshop. saya iri dengan pemandangan di desa yang tanpa ada embel-embel photoshop

Tuesday, May 25, 2010

RAMAH TAMAH DENGAN BUMI

Sebenarnya yang menjadi kendaraan idaman saya adalah kendaraan yang tidak merusak lingkungan hidup, dimana zat buangannya tidak merusak lapisan ozon, ramah lingkungan, seperti halnya mobil bertenaga matahari atau bertenaga baterai, akan tetapi mobil-mobil yang dijual dengan misi lingkungan hidup terkadang tidak memperhatikan packaging, hello... kita disini berbicara massal... para kreator mobil jika misi mencintai lingkungan hidupnya ingin tercapai tidak cukup dengan mengandalkan misi saja, tetapi juga memperhatikan aspek seni, aspek keinginan pasar. gimana orang mau beli mobil kalau dari modelnya saja sudah kampring... ups... ko isi blog saya ini malah jadi punya tendensi mengkritik ya? padahal saya saja belum bisa menciptakan mobil bertenaga ramah lingkungan seperti para kreator mobil! but... it's okay, kritik itu kan wajar-wajar saja selama membangun dan selama kita berpijak di negara demokrasi.

Buat para pembaca... saya ingin ikut serta melestarikan bumi seiring dengan suhu bumi yang kian memanas. saya punya cita-cita membeli kendaraan tua yang klasik tapi juga bertenaga matahari atau bertenaga baterai... saya sedang mencari mobil merk Datsun jenis station wagon (mobil sedan tapi setengah van) untuk proyek jangka panjang saya ini, ya datsun 510 yang dikemudian hari saya ingin mengubah bahan bakarnya menjadi tenaga matahari atau baterai.

Berjuta-juta tahun manusia dimanjakan oleh kekayaan bumi, dikeruk seenaknya oleh tangan manusia... dieksplorasi habis-habisan, sudah saatnya manusia seperti saya memperhatikan bumi yang kian tua. kita tidak mau kan melihat bumi kita semakin panas kemudian meledak? kiamat namanya. Manusia masih berhutang kepada bumi berjuta-juta tahun lagi. jangan mau enaknya saja

Mudah-mudahan cita-cita dari seorang manusia yang telat sadar seperti saya bahwa bumi ini penting untuk kehidupan manusia, bisa tercapai, amin...